Day 16 Ramadhan: "Idola yang Patut Kita Idolakan". . . Zaman era Milenial ini, mungkin banyak bermunculan orang-orang yang tak secara sadar ataupun kita sadari, pernah terbesit untuk mengagumi mereka. . . Namun, kerap kali, kita dilupakan oleh sejarah, bahwa ada orang-orang yang "Harus kita jadikan Role Model Kehidupan pada Zaman Now" karena memang mereka adalah "Orang yang Shalih, yang ilmu dan akhlaknya sesuai dengan Al-Qur'an dan hadits, yang sudah tidak diragukan lagi". . . Siapakah orang-orang tersebut? . . Selain para shahabiyah (wanita mulia yang merupakan sahabat Rasulullah), ada lagi orang yang patut kita idolakan yautu sahabat-sahabat Rasulullah SAW. . . Beberapa Sahabat Rasulullah SAW yang patut kita idolakan karena mereka memiliki keutamaan, diantaranya mereka adalah orang yang sangat cerdas. . . Dalam kajian Parenting Nabawiyah oleh Ustad Budi Ashari Lc, beliau mengatakan, ada 3 sahabat Rasulullah SAW yang sangat cerdas...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konsep Harta dalam Rumah Tangga Oleh: Ustad Gilang Pangestu, Founder Sekolah Pra Nikah Online Bismillahirrahmanirrahim Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda _“Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk membebaskan budak, dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan dinar yang engkau nafkahkan kepada keluargamu, pahala yang paling besar adalah dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu.”_ *(HR. Muslim, Ahmad, Baihaqi)* Salah satu kesalahan manajemen rumah tangga hari ini adalah bercampur baurnya harta antara istri dan suami. Hal ini sangat buruk terutama bila pernikahan tersebut menemui ujungnya, seperti bercerai atau meninggal. Saat bercerai, dengan tanpa dasar harta rumah tangga dibagi dua lalu mantan suami dan istri masing-masing dapat satu bagian. Ini adalah hal yang sangat dzolim, apalagi bila harta suami atau istri berjumlah sangat timpang saat pernikahan, lalu dengan perceraian harta itu mendadak dibagi dua begitu saj...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hak Istri dari Suaminya Oleh: Ustad Gilang Pangestu, Founder Sekolah Pra Nikah Online Bismillahirrahmanirrahim _“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”_ *(QS. At-Tahrim: 6)* Hak istri yang paling utama adalah mendapatkan bimbingan agama dari suaminya. Hal ini sangat penting mengingat perempuan akan sulit mendapatkan guru agama selain dari suaminya. Hal ini tentu akan menjadi sangat bermasalah bila suaminya justru pemahaman agamanya buruk bahkan sama-sama mengajak pada jurang neraka. Nauzubillah. Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, _“Wahai Rasulullah, apa hak istri salah seorang di antara kami yang harus ditunaikan oleh suaminya?”_ Beliau menjawab, ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hak Suami dari Istrinya Oleh: Ustad Gilang Pangestu, Founder Sekolah Pra Nikah Online Bismillahirrahmanirrahim Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda _“Apabila seorang wanita mau menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat terhadap suaminya, maka akan dikatakan kepadanya (di akhirat), ‘Masuklah ke Surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki!’”_ *(HR. Ahmad)* Salah satu hak suami yang diberikan Allah atas istrinya adalah ketaatan pada hal yang bukan maksiat sesuai kemampuan. Perintah ini memang merupakan tugas berat bagi istrinya. Saking beratnya tugas ini, Allah mencukupkan balasannya berupa bebas memilih surga dari pintu mana saja yang dikehendaki. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda, _“Dan Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur, lalu ia menolaknya kecuali Yang ada di langit murka kepadanya hingga suaminya ridha kepadanya.”_ *(HR. Muslim)* Sal...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konsep Qur’an tentang Pernikahan Oleh: Ustad Gilang Pangestu Bismillahirrahmanirrahim _"Laki-laki (suami) itu qowwam (pelindung) bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar."_ *(QS. An-Nisa: 34)* Ayat ini disebut oleh ulama sebagai ringkasan hukum nikah dalam Islam. Karena itu, perlu diperhatikan konsep nikah dalam Islam pada ayat tersebut. *1. Pertama*, laki-laki adalah Q...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Definisi, Hukum, dan Perintah Nikah Oleh: Ustad Gilang Pangestu dalam Sekolah Pra Nikah Kurikulum Abdillah Family Bismillahirrahmanirrahim _“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”_ *(QS. Al-Hujurat: 13)* Ada banyak pengertian pernikahan baik menurut Islam maupun hukum di luar Islam. Setiap imam madzhab pun bahkan punya definisinya sendiri. Pada intinya, pernikahan adalah terikatnya laki-laki dengan perempuan untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan dalam rangka ketaatan pada Allah. Hukum menikah, dari pendapat jumhur (mayoritas) ulama madzhab adalah sunnah yang benar-benar dianjurkan. Madzhab Zahiri (dulu mayoritas di Spanyol, saat Spanyol negara Islam) menghuku...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Berusaha Terbang Tinggi, Namun Sayang Beribu Sayang Sayapnya Sedang Patah Menjadi seekor burung sungguh bahagia, bisa mengudara melihat langit-langit biru, gunung-gunung menjulang, rimbunnya pepohonan di hutan, mentari yang cerah di siang hari dan tak jarang juga tetes hujan mengenai sayapnya.. . Namun, saat ini sang burung termenung, tak seperti biasanya.. . Saat sayapnya sedang patah, terluka mengangah.. Mungkin semua yang terlihat dulu sekarang hanya ilusi saja.. Sang burung ingin seperti dulu, bisa mengudara di angkasa, mengepakkan sayap-sayap Indahnya, sehingga ketika langit biru menyapa, sang burung segera meraih birunya langit.. . Tenanglah Sayap, sementara ini kau istirahat dulu ya.. Menutup semua luka yang ada, baik yang berdarah ataupun tidak.. . Biarlah luka mu kering seiring berjalannya waktu.. Hingga langit biru diangkasa melihatkan cerahnya kembali..